Saham Ryanair anjlok 14% pada hari Senin setelah maskapai penerbangan berbiaya rendah itu melaporkan penurunan laba kuartalan yang signifikan sebesar 46%, yang disebabkan oleh harga tiket yang lebih rendah dari perkiraan. Maskapai penerbangan itu juga memperingatkan tentang ekspektasi harga tiket yang lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang, yang menambah kekhawatiran investor. Pada pukul 11:28 waktu London, saham Ryanair telah anjlok tajam, yang mencerminkan reaksi pasar terhadap hasil keuangan yang mengecewakan.

Penurunan ini terjadi di seluruh sektor penerbangan Eropa, dengan EasyJet turun lebih dari 6%, Jet2 turun 4%, dan maskapai penerbangan Hungaria Wizz Air turun lebih dari 6%. Laba kuartalan Ryanair setelah pajak untuk tiga bulan yang berakhir pada bulan Juni turun menjadi 360 juta euro ($392 juta), sangat kontras dengan 663 juta euro yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
Maskapai penerbangan tersebut mengaitkan penurunan ini dengan tarif yang lebih rendah dan liburan Paskah yang jatuh pada kuartal sebelumnya. Meskipun terjadi peningkatan 10% dalam jumlah penumpang menjadi 55,5 juta selama kuartal tersebut, Ryanair kesulitan dengan harga yang lebih rendah. Maskapai penerbangan tersebut telah mengoperasikan jadwal musim panas terbesarnya, dengan lebih dari 200 rute baru dan lima basis baru, tetapi ini tidak cukup untuk mengimbangi dampak dari tarif yang lebih rendah.
CEO Ryanair Group Michael O’Leary mengakui kondisi yang menantang tersebut, dengan menyatakan bahwa harga tiket untuk kuartal berikutnya diperkirakan akan jauh lebih rendah daripada harga tiket pada musim panas lalu. “Meskipun permintaan pada Q2 kuat, harga tiket tetap lebih rendah dari yang kami perkirakan,” kata O’Leary. O’Leary juga mencatat kesulitan dalam membuat prakiraan untuk sisa tahun keuangan, dengan alasan visibilitas yang terbatas untuk kuartal ketiga dan keempat.
Ia menyebutkan bahwa masih terlalu dini untuk memberikan arahan yang berarti untuk tahun penuh, tetapi menyatakan harapan akan kejelasan lebih lanjut pada bulan November. Industri penerbangan Eropa yang lebih luas merasakan dampak dari pengumuman Ryanair, dengan saham maskapai penerbangan berbiaya rendah utama seperti EasyJet dan Wizz Air mengalami penurunan yang signifikan. Reaksi pasar menggarisbawahi ketidakpastian dan volatilitas yang dihadapi sektor penerbangan di tengah ekspektasi harga tiket yang berfluktuasi.
