DEIR EZZOR, SURIAH / MENA Newswire / — Otoritas Suriah mempertahankan operasi darurat di sepanjang Sungai Eufrat setelah naiknya permukaan air merusak penyeberangan, memengaruhi lahan pertanian, dan memicu evakuasi di Deir Ezzor dan Raqqa, sementara tim memperkuat jembatan dan penghalang pelindung untuk menjaga agar jalur dan layanan penting tetap beroperasi. Tanggapan ini menyusul kekhawatiran banjir selama beberapa hari di Suriah timur, di mana pejabat setempat melaporkan kerusakan pada rumah, lahan pertanian, dan pulau-pulau di sungai.

Tim darurat memperkuat jembatan al-Asharah di Deir Ezzor setelah air pasang menyebabkan kerusakan kecil pada struktur dan mengganggu penyeberangan di beberapa daerah. Para pekerja menggunakan tanah, puing-puing, timbunan batu, dan penghalang beton untuk memperkuat bagian-bagian yang rentan dan mengurangi erosi. Para pejabat mengatakan pekerjaan itu dimaksudkan untuk menjaga penyeberangan dan mempertahankan arus lalu lintas pada saat beberapa jalur sungai rusak atau tidak dapat digunakan.
Kementerian Energi Suriah mengatakan gelombang air Sungai Eufrat memasuki Deir Ezzor dari daerah al-Jazrat, dan memperingatkan bahwa permukaan air dapat naik hingga 70 hingga 100 sentimeter. Kementerian memperkirakan gelombang air tersebut sekitar 1.600 meter kubik per detik dan mengatakan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Kamis malam. Pada hari Sabtu, tim teknis telah mulai menutup pintu air nomor 4 di Bendungan Eufrat karena aliran masuk air menurun.
Akses jembatan dibatasi
Beberapa penyeberangan di Deir Ezzor dilaporkan tidak beroperasi, termasuk jembatan tanah kota, jembatan militer al-Mari'iyah, jembatan tanah al-Mayadeen, dan jembatan Huwayjat Saqr. Kerusakan pada jembatan tanah dan jembatan lainnya mempersulit pergerakan antara kedua tepi sungai dan memengaruhi akses ke layanan di daerah Eufrat Timur. Pihak berwenang juga melaporkan evakuasi dari lokasi-lokasi rawan, termasuk Huwayjat Saqr dan Huwayjat Qateh.
Kementerian Manajemen Darurat dan Bencana mengatakan sekitar 2.400 keluarga di Deir Ezzor terdampak banjir, terutama di pulau-pulau sungai dan daerah pertanian. Para pejabat mengatakan tidak ada korban jiwa baru yang tercatat sebagai akibat langsung dari banjir, sementara beberapa anak meninggal setelah berenang di sungai meskipun telah berulang kali diberi peringatan. Tim darurat, otoritas lokal, dan personel Pertahanan Sipil Suriah memperkuat penghalang, memantau daerah dataran rendah, dan melakukan evakuasi jika diperlukan.
Pelepasan air dikurangi
Pada tanggal 30 Mei, total debit air melalui Bendungan Eufrat telah berkurang menjadi sekitar 1.400 meter kubik per detik setelah penutupan pintu air yang sebelumnya melepaskan sekitar 300 meter kubik per detik. Pihak berwenang mengatakan bahwa langkah-langkah teknis tersebut bertujuan untuk mengembalikan permukaan air di Raqqa dan Deir Ezzor ke kisaran normalnya, sementara tim terus melakukan pemantauan nonstop terhadap operasi bendungan dan kondisi sungai.
Respons terhadap banjir juga diperluas ke layanan kesehatan dan bantuan. Kementerian Kesehatan mengaktifkan kode darurat di wilayah Eufrat Timur, berkoordinasi dengan direktorat kesehatan di Deir Ezzor dan Raqqa, dan memindahkan perlengkapan medis, peralatan penting, dan mesin cuci darah ke zona darurat. Unit pertahanan dan angkatan laut mendukung evakuasi di seberang sungai, sementara tim lokal terus bekerja untuk melindungi stasiun air, lahan pertanian, dan daerah pemukiman di sepanjang Eufrat.
Artikel berjudul "Suriah memperluas respons terhadap banjir Efrat di Deir Ezzor" pertama kali muncul di Arabian Observer .
