Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Badai Jangmi mengganggu penerbangan dan layanan kereta api di Tokyo.

    Juni 3, 2026

    Harga konsumen di Korea naik 3,1 persen pada bulan Mei.

    Juni 2, 2026

    Wabah Ebola di DRC mencapai 282 kasus terkonfirmasi.

    Juni 2, 2026
    Gazet JakartaGazet Jakarta
    • Bepergian
    • Berita
    • Bisnis
    • Gaya hidup
    • Hiburan
    • Kemewahan
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Teknologi
    Gazet JakartaGazet Jakarta
    Home » Pesawat Turkish Airlines dievakuasi setelah mendarat di Kathmandu.
    Berita

    Pesawat Turkish Airlines dievakuasi setelah mendarat di Kathmandu.

    Mei 12, 2026
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link Reddit VKontakte WhatsApp Telegram

    KATHMANDU, NEPAL / MENA Newswire / — Sebuah pesawat Airbus A330 Turkish Airlines yang tiba dari Istanbul dievakuasi setelah mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan pada hari Senin setelah terlihat asap keluar dari roda pendaratan pesawat saat bergerak di landasan, yang memicu respons darurat di gerbang internasional utama Nepal. Seluruh 277 penumpang dan 11 awak pesawat meninggalkan pesawat menggunakan seluncuran darurat, dan maskapai tersebut mengatakan evakuasi telah selesai dengan aman. Insiden tersebut sempat mengganggu operasional bandara sebelum pesawat dipindahkan dan lalu lintas normal kembali berlanjut.

    Turkish Airlines jet evacuated after Kathmandu landing
    Asap dari roda pendaratan memicu respons darurat di bandara Kathmandu. (Sumber: WAM)

    Otoritas Penerbangan Sipil Nepal mengatakan kebakaran terjadi di ban belakang kanan pesawat dan berhasil dikendalikan sebelum pesawat ditarik dari area landasan pacu. Turkish Airlines mengatakan penilaian awal mereka justru mengarah pada kerusakan teknis pada pipa hidrolik dan menyatakan tidak ada kebakaran. Perbedaan keterangan awal tersebut membuat para penyelidik fokus pada penyebab pasti asap tersebut ketika tim teknis dan otoritas bandara mulai memeriksa pesawat setelah evakuasi.

    Menurut maskapai, pesawat tersebut telah mendarat normal sebelum asap terlihat di dekat roda pendaratan saat sedang bergerak di landasan. Tim darurat segera merespons di darat dan penumpang diarahkan keluar dari pesawat melalui pintu keluar darurat seiring berjalannya situasi. Turkish Airlines mengatakan tidak ada laporan cedera selama evakuasi dan pemeriksaan pesawat telah dimulai. Maskapai tersebut juga mengatakan penerbangan tambahan telah direncanakan karena mereka berupaya mengatasi gangguan yang disebabkan oleh insiden di Kathmandu.

    Evakuasi Turkish Airlines Mengganggu Operasi Bandara

    Bandara Internasional Tribhuvan untuk sementara menghentikan pergerakan di satu-satunya landasan pacunya sementara petugas menangani pesawat dan mengamankan area operasi. Penghentian sementara ini memengaruhi lalu lintas masuk dan keluar bandara, yang menangani penerbangan penumpang internasional negara tersebut. Setelah pesawat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan pemeriksaan darurat selesai, operasi penerbangan dilanjutkan. Penutupan sementara ini menggarisbawahi dampak operasional yang dapat ditimbulkan oleh satu insiden pesawat di Bandara Internasional Tribhuvan, di mana kapasitas landasan pacu dikelola dengan ketat.

    Insiden tersebut juga memicu respons teknis segera dari Turkish Airlines, yang mengatakan tim mereka telah mulai memeriksa pesawat setelah penumpang dan awak pesawat dievakuasi dengan selamat. Pernyataan maskapai tersebut berfokus pada masalah hidrolik sebagai kemungkinan sumber asap yang terlihat setelah pendaratan. Sementara itu, otoritas bandara di Kathmandu terus mendokumentasikan kejadian tersebut sebagai bagian dari tinjauan resmi. Pesawat tersebut tetap menjadi subjek inspeksi karena pihak berwenang berupaya untuk menetapkan urutan kejadian yang pasti dari saat mendarat hingga evakuasi.

    Pusat Investigasi pada Roda Pendaratan

    Otoritas Penerbangan Sipil Nepal mengatakan bahwa petugas darurat memadamkan api di area yang bermasalah sebelum pesawat dipindahkan, dan para pejabat mulai memeriksa sistem roda pendaratan setelah landasan pacu dibersihkan. Pemeriksaan diperkirakan akan berfokus pada sisi kanan pesawat, tempat asap dan masalah ban yang dilaporkan pertama kali teridentifikasi. Turkish Airlines dan otoritas penerbangan Nepal belum melaporkan adanya cedera serius, dan penumpang pesawat dievakuasi tanpa laporan adanya keadaan darurat yang lebih luas di dalam pesawat selain insiden roda pendaratan.

    Insiden tersebut menyebabkan bandara Kathmandu mengalami gangguan jangka pendek, tetapi tidak ada laporan korban jiwa, dan perhatian dengan cepat beralih ke pengaturan penumpang dan kondisi teknis pesawat. Turkish Airlines mengatakan pihaknya sedang mengatur perjalanan lanjutan sementara inspeksi terus dilakukan, dan pejabat penerbangan di Nepal terus memantau insiden tersebut sebagai bagian dari prosedur pasca-kejadian standar. Dengan operasi yang dipulihkan dan pesawat sedang diperiksa, keadaan darurat segera telah berakhir, tetapi penyebab asap dari roda pendaratan masih dalam penilaian resmi.

    Artikel berjudul "Pesawat Turkish Airlines dievakuasi setelah mendarat di Kathmandu" pertama kali muncul di Arabian Observer .

    Pos terkait

    Badai Jangmi mengganggu penerbangan dan layanan kereta api di Tokyo.

    Juni 3, 2026

    Delapan orang tewas setelah bus di Turki menabrak pembatas jalan raya.

    Juni 1, 2026

    Larangan usia penggunaan media sosial di Malaysia menuai sorotan terkait hak asasi manusia.

    Juni 1, 2026

    Suriah memperluas respons terhadap banjir Sungai Eufrat di Deir Ezzor.

    Mei 30, 2026

    Runtuhnya bangunan di Angeles City menewaskan empat orang dan menyebabkan 17 orang hilang.

    Mei 25, 2026

    Serangan bom di jalur kereta api Pakistan menewaskan 24 orang di dekat jalur kereta api Quetta.

    Mei 25, 2026
    Berita Terbaru

    Badai Jangmi mengganggu penerbangan dan layanan kereta api di Tokyo.

    Juni 3, 2026

    TOKYO / MENA Newswire / — Badai Tropis Parah Jangmi membawa hujan lebat, kekhawatiran akan…

    Harga konsumen di Korea naik 3,1 persen pada bulan Mei.

    Juni 2, 2026

    Wabah Ebola di DRC mencapai 282 kasus terkonfirmasi.

    Juni 2, 2026

    NVIDIA dan Microsoft menghadirkan RTX Spark ke PC Windows.

    Juni 1, 2026

    Delapan orang tewas setelah bus di Turki menabrak pembatas jalan raya.

    Juni 1, 2026

    PMI manufaktur China merosot ke netral pada bulan Mei.

    Juni 1, 2026

    Larangan usia penggunaan media sosial di Malaysia menuai sorotan terkait hak asasi manusia.

    Juni 1, 2026

    Suriah memperluas respons terhadap banjir Sungai Eufrat di Deir Ezzor.

    Mei 30, 2026
    Bisnis

    Harga konsumen di Korea naik 3,1 persen pada bulan Mei.

    Juni 2, 2026

    PMI manufaktur China merosot ke netral pada bulan Mei.

    Juni 1, 2026

    Kepala WHO mendukung respons terhadap Ebola di tengah meningkatnya kasus di Kongo.

    Mei 30, 2026
    Berita

    Badai Jangmi mengganggu penerbangan dan layanan kereta api di Tokyo.

    Juni 3, 2026

    Delapan orang tewas setelah bus di Turki menabrak pembatas jalan raya.

    Juni 1, 2026

    Larangan usia penggunaan media sosial di Malaysia menuai sorotan terkait hak asasi manusia.

    Juni 1, 2026
    Bepergian

    Etihad memperluas rute Paris dengan penerbangan A380 dua kali sehari.

    Mei 20, 2026

    flydubai menambah penerbangan harian Dubai-Bangkok mulai Juli.

    April 21, 2026

    Etihad memperluas jaringan Afrika dengan enam rute baru.

    April 18, 2026
    © 2024 Gazet Jakarta | Seluruh hak cipta
    • Beranda
    • Hubungi kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.