MENA Newswire , ABU DHABI : Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Bassirou Diomaye Faye dari Senegal pada hari Kamis, yang berfokus pada cara-cara untuk memperkuat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama di sektor-sektor prioritas, menurut siaran pers resmi pertemuan tersebut. Diskusi tersebut berlangsung di Abu Dhabi selama kunjungan kerja Faye ke Uni Emirat Arab.

Para pemimpin bertemu di Qasr Al Shati, di mana mereka meninjau keadaan hubungan UEA-Senegal dan membahas langkah-langkah praktis untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang yang terkait dengan pembangunan dan kepentingan ekonomi bersama. Agenda tersebut mencakup koordinasi inisiatif yang bertujuan untuk mendukung kemakmuran di kedua negara, dengan para pejabat menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai bagian dari keterlibatan berkelanjutan antara kedua pemerintah.
Dalam diskusi mereka, Mohamed bin Zayed dan Faye membahas kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, energi terbarukan dan keberlanjutan, serta infrastruktur, di antara bidang-bidang lainnya. Pembicaraan tersebut juga membahas peluang untuk membangun kemitraan yang dapat diterjemahkan menjadi proyek dan investasi, dengan penekanan pada sektor-sektor yang berkontribusi pada pertumbuhan dan hasil pembangunan jangka panjang.
Pertemuan tersebut berlangsung bertepatan dengan kunjungan Faye yang mencakup partisipasi dalam Pekan Keberlanjutan Abu Dhabi 2026, sebuah pertemuan tahunan diUEA yang mempertemukan pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya seputar transisi energi, keberlanjutan, dan isu-isu ekonomi terkait. Para pemimpin mencatat peran forum tersebut sebagai platform untuk dialog dan kolaborasi mengenai tantangan keberlanjutan, demikian pernyataan resmi tersebut.
Pembicaraan antara UEA dan Senegal menyoroti kerja sama di bidang ekonomi dan keberlanjutan.
Di luar kerja sama bilateral, kedua presiden bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama, demikian pernyataan tersebut, tanpa merinci topik spesifik. Konsultasi semacam itu biasanya termasuk dalam kunjungan tingkat tinggi dan dimaksudkan untuk menjaga komunikasi tentang perkembangan yang memengaruhi kedua kawasan, khususnya karena UEA dan Senegal terus terlibat dalam forum multilateral.
Para pejabat senior UEA menghadiri pertemuan tersebut, termasuk Sheikh Hamdan bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Sheikh Mohammed bin Hamad bin Tahnoon Al Nahyan, bersama dengan menteri dan perwakilan senior lainnya. Kehadiran para pejabat tingkat atas tersebut menggarisbawahi luasnya isu yang dibahas dan sifat multi-sektor dari keterlibatan UEA dengan Senegal, yang mencakup prioritas ekonomi , energi, dan infrastruktur.
Sementara itu, kunjungan kerja Faye merupakan bagian dari upaya Senegal untuk memperluas jangkauan internasionalnya setelah transisi politik dan ekonomi pada tahun 2024, seiring dengan upaya Dakar untuk memajukan kemitraan yang mendukung investasi, lapangan kerja, dan kebutuhan pembangunan. UEA telah memperluas keterlibatan diplomatik dan ekonominya di seluruh Afrika dalam beberapa tahun terakhir, dengan kunjungan tingkat tinggi dan perjanjian kerja sama yang mencerminkan fokus pada perdagangan, energi, dan infrastruktur strategis.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat senior dan mencerminkan hubungan jangka panjang antara UEA dan Senegal.
Hubungan UEA-Senegal telah berkembang selama beberapa dekade melalui keterlibatan diplomatik dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertukaran ekonomi dan inisiatif pembangunan. Para pejabat sebelumnya telah menyoroti kolaborasi di bidang-bidang seperti energi, transportasi, dan pembangunan sosial, di samping hubungan antar masyarakat yang lebih luas yang didukung oleh kunjungan resmi dan kerja sama kelembagaan.
Pernyataan UEA mengatakan kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat hubungan dan menjajaki jalur kerja sama tambahan. Pertemuan tersebut diakhiri dengan kedua pihak menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan untuk memajukan proyek-proyek yang saling menguntungkan, dengan keberlanjutan, perdagangan, dan infrastruktur sebagai area utama yang diidentifikasi dalam pembicaraan.
Artikel berjudul "UEA dan Senegal memperkuat dialog tentang perdagangan dan pembangunan" pertama kali muncul di Arabian Observer .
