Netflix, raksasa streaming global, mengalami lonjakan luar biasa dalam perdagangan pra-pasar karena sahamnya meroket sebesar 10% menyusul kinerja luar biasa pada kuartal keempat tahun 2023. Perusahaan melaporkan penambahan 13,1 juta pelanggan yang mengesankan, melampaui ekspektasi Wall Street. Lonjakan jumlah pelanggan ini terjadi ketika Netflix mengintensifkan upayanya untuk memperluas layanan yang didukung iklan dan memerangi pembagian kata sandi.

Dengan penambahan baru ini, Netflix kini memiliki 260,8 juta pelanggan berbayar yang memecahkan rekor, menandai tonggak sejarah penting dalam perjalanannya sebagai pembangkit tenaga listrik streaming. Pertumbuhan pelanggan ini jauh melampaui 8,76 juta keanggotaan berbayar yang diperoleh pada kuartal ketiga dan jauh melampaui proyeksi Wall Street untuk kuartal keempat, yang berkisar antara 8 juta hingga 9 juta pelanggan baru.
Kinerja keuangan Netflix kuartal IV 2023 juga melampaui prediksi para analis. Perusahaan melaporkan laba sebesar $2,11 per saham, sedikit lebih rendah dari perkiraan $2,22 per saham yang diperkirakan oleh LSEG (sebelumnya dikenal sebagai Refinitiv). Namun, pendapatan untuk kuartal ini mencapai $8,83 miliar, melampaui perkiraan $8,72 miliar yang diproyeksikan oleh LSEG. Angka-angka ini semakin memperkuat posisi dominan Netflix di industri streaming.
Selain pertumbuhan pelanggan dan hasil finansial yang mengesankan, Netflix mengungkapkan prospek optimis untuk tahun 2024. Perusahaan memperkirakan margin operasi setahun penuh sebesar 24%, naik dari kisaran sebelumnya sebesar 22% hingga 23%, dengan alasan melemahnya dolar AS dan kinerja kuartal keempat yang lebih kuat dari perkiraan sebagai faktor utama. Kuartal pertama fiskal Netflix tahun 2024 juga diperkirakan akan melampaui ekspektasi, dengan proyeksi laba per saham sebesar $4,49, melampaui perkiraan analis Wall Street sebesar $4,10.
Pandangan positif ini memperkuat komitmen Netflix terhadap profitabilitas. Saat para pesaing di industri streaming bergulat dengan tantangan profitabilitas dan pengurangan belanja konten, Netflix tetap berkomitmen untuk memperluas perpustakaan kontennya. Namun, perusahaan tidak berencana mencapai hal ini melalui akuisisi perusahaan hiburan tradisional atau aset linier.
Netflix terus bermitra dengan pembuat konten yang secara tradisional beroperasi di ruang linier. Pengumuman baru-baru ini mengungkapkan rencana Netflix untuk melakukan streaming WWE Raw, menandai langkah signifikan dalam hiburan langsung. Perusahaan menyadari persaingan yang sedang berlangsung dalam lanskap streaming dan bertekad untuk meningkatkan penawaran hiburannya.
Pergeseran strategis Netflix dari memprioritaskan pertumbuhan pelanggan menjadi fokus pada profitabilitas terlihat jelas melalui langkah-langkah seperti kenaikan harga, tindakan keras terhadap kata sandi, dan pengenalan tingkatan yang didukung iklan untuk meningkatkan pendapatan. Meskipun iklan diperkirakan tidak akan menjadi pendorong pendapatan utama pada tahun 2024, Netflix berkomitmen untuk meningkatkan aspek bisnisnya. Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa Netflix kini memiliki lebih dari 23 juta pengguna aktif bulanan global, naik dari 15 juta beberapa bulan lalu.
