Abdulla bin Mohammed bin Butti Al Hamed, Ketua Kantor Media Nasional UEA, Dewan Media UEA, dan BRIDGE, bertemu dengan Elon Musk , CEO X, SpaceX , Tesla , dan Starlink, di kantor pusat Tesla di Palo Alto, California , pada hari Sabtu untuk membahas peluang bersama di sektor teknologi canggih dan media. Pertemuan tersebut juga mencakup undangan resmi bagi Musk untuk berpartisipasi dalam KTT BRIDGE perdana, yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Abu Dhabi dari 8 hingga 10 Desember 2025. Pertemuan ini merupakan bagian dari inisiatif UEA yang lebih luas untuk memperkuat kemitraan internasional yang mendukung integrasi teknologi dan media.

BRIDGE, yang menggambarkan dirinya sebagai acara media debut terbesar di dunia, bertujuan untuk menciptakan platform internasional yang mempertemukan para inovator, pembuat kebijakan, dan pemimpin industri di bidang media, kecerdasan buatan, hiburan, dan konten digital. Al Hamed dan Musk terlibat dalam diskusi mendalam tentang peran kecerdasan buatan, robotika, dan infrastruktur pusat data dalam membentuk ekonomi digital global. Dialog tersebut menyoroti semakin pentingnya energi bersih sebagai komponen dasar bagi ekosistem data masa depan. Musk mencatat kebutuhan kritis akan sumber energi yang skalabel, berbiaya rendah, dan berkelanjutan untuk mendukung pusat data generasi mendatang.
Al Hamed menekankan kapasitas UEA untuk menghadirkan solusi energi bersih yang kompetitif dalam skala besar, didukung oleh investasi nasional jangka panjang di bidang energi terbarukan dan nuklir. Saat mengunjungi laboratorium robotika Optimus milik Tesla , Al Hamed mendapatkan pengarahan tentang kemajuan perusahaan di bidang robotika dan otomatisasi. Fasilitas ini sedang mengembangkan robot humanoid dan sistem otonom yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan yang kompleks, mencerminkan perluasan jangkauan Tesla dalam teknologi kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin. Musk memuji kepemimpinan di bawah Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan menyoroti investasi awal negara tersebut dalam kecerdasan buatan sebagai kekuatan strategis.
Abdulla Al Hamed mengunjungi laboratorium robotika bersama Elon Musk
Diskusi tersebut membahas pentingnya menetapkan standar regulasi global untuk memandu pengembangan dan penerapan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab dalam penciptaan konten dan komunikasi digital. Kedua belah pihak menyadari perlunya kerangka kerja etis yang menjamin kepercayaan publik sekaligus mendorong inovasi. Al Hamed menguraikan ekosistem terintegrasi UEA yang mendukung inovasi di bidang media dan teknologi. Ia menyebutkan infrastruktur digital negara tersebut, regulasi yang pro-inovasi, dan basis talenta yang terus berkembang sebagai keunggulan kompetitif. Ia juga merujuk pada peran institusi seperti Universitas Kecerdasan Buatan Mohamed bin Zayed dalam memajukan kapabilitas riset nasional dan internasional.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, Ketua Dewan Kecerdasan Buatan dan Teknologi Mutakhir, dalam membangun UEA sebagai pusat inovasi teknologi regional dan global. Potensi kolaborasi ini meluas ke beberapa sektor, termasuk komunikasi satelit, inisiatif pendidikan yang berfokus pada pemuda, dan teknologi hijau. Diskusi tersebut mencakup peran Starlink dalam menyediakan jangkauan internet berkecepatan tinggi di wilayah-wilayah yang kurang terlayani di Timur Tengah dan Afrika , dengan penekanan pada penyediaan akses ke platform berita, pendidikan, dan pengetahuan. Musk juga memberikan informasi terbaru tentang pusat kecerdasan buatan baru yang akan dibuka pada akhir tahun, yang ia gambarkan sebagai tonggak penting dalam evolusi teknologi AI .
KTT untuk mengkaji kepercayaan media dan inovasi yang bertanggung jawab
Al Hamed mengatakan bahwa BRIDGE Summit akan menyediakan forum komprehensif untuk menguji dan mengevaluasi teknologi-teknologi baru di media. Ia mencatat bahwa acara ini akan berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas konten, meningkatkan kepercayaan, dan membangun industri media yang selaras dengan tujuan pembangunan global. Ia menambahkan bahwa kolaborasi internasional sangat penting untuk mendorong kemajuan dan bahwa KTT ini akan berfungsi sebagai tempat sentral bagi keterlibatan lintas sektor. BRIDGE Summit diperkirakan akan menampung lebih dari 60.000 peserta, 400 pembicara, dan 300 peserta pameran, yang mencakup tujuh jalur konten tematik. Acara ini akan berlangsung di Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi ( ADNEC ) dan bertujuan untuk memposisikan UEA sebagai titik pertemuan utama bagi masa depan industri media dan konten global. – Oleh Layanan Sindikasi Konten .
